Selasa, 06 Oktober 2015

Beberapa Cara Mencegah Kepikunan


Scott Hagwood (2006) dalam bukunya “Memory Power” menyatakan bahwa dalam berbagai penelitian telah membuktikan dengan melakukan kegiatan di bawah ini minimal 4x dalam seminggu manusia dapat mengurangi resiko kepikunan apabila dibandingkan dengan yang tidak melakukannya sama sekali:

1.     Membaca secara kritis dan analitis.
Berhentilah sesering mungkin setelah membaca beberapa kalimat dan coba ajukan pertanyaan. Apa yang dimaksud penulis  mengatakan kalimat tersebut? Apa latar belakang dia mengatakannya? Bagaimana hubungan yang terjadi di antara mereka? Penelaahan secara berkala selama membaca akan memperkuat memori dengan menjaga agar berbagai fakta, peristiwa dan detail karakter tetap segar dalam pikiran.

2.     Gunakan tangan  yang tidak dominan secara lebih sering.
Ingatlah, otak sebelah kiri anda mengontrol sisi kanan tumbuh anda, dan begitu juga sebaliknya. jika  anda dominan dengan menggunakan tangan kanan, cobalah sekali kali mandi dengan tangan kiri, menulis dengan tangan kiri, memindahkan posisi arloji ke tangan kiri. Tentunya anda harus berpikir ulang bagaimana cara melakukannya. Kegiatan kegiatan semacam ini membantu untuk memperkuat berbagai koneksi kognitif.

3.     Tulis dan simpanlah buku harian.
Setiap malam, tuliskanlah berbagai kegiatan, perasaan, ataupun penilaian anda mengenai hal hal yang terjadi setiap harinya. Hal ini akan membantu memperbaiki pemikiran, seperti mengatur pikiran kita dan meletakkannya dalam suatu pola logis yang masuk akal bagi kita, atau kepada seseorang dengan siapa kita peduli untuk berbagi mengenai isi buku harian itu.
                                
4.     Mengisi teka teki silang.
Aktifitas ini tidak harus melibatkan soal soal yang sangat sulit. Yang anda lakukan adalah menggunakan sisi kiri otak anda untuk secara logis memproses suatu petunjuk, kemudian sisi kanan otak anda menggabungkan berbagai petunjuk lain untuk menemukan apa yang oleh ilmuwan disebut dengan “aha!moment”. dalam gambaran resonansi magnetic, ada secercah pikiran yang muncul secara tiba tiba di sisi kanan otak, yang terjadi ketika jawaban untuk teka teki tertentu telah ditemukan.

5.     Memperluas kata.
Dimilikinya kosa kata yang luas akan meningkatkan proses kreatif seseorang dan membantunya untuk memecahkan berbagai hambatan social dan bisnis, yang acapkali dibentuk dengan suatu leksikon (kamus) khusus. Lebih penting lagi, adanya kosakata yang luasmembantu anda menafsirkan dunia di sekitar anda, membantu anda menyaring berbagai pikiran dan ide ide yang kompleks ke dalam kata ka ta ataupun kalimat yang tunggal. Tujuan dari dimilikinya kosa kata yang luas tidak untuk menimbulkan kesan hebat, tetapi untuk menafsirkannya.

6.     Bermainlah.
Anda dapat bermain catur bersama teman, domino atau permainan strategis lainnya. Permainan semacam ini meningkatkan kesadaran spasial, logika, imajinasi dan kreatifitas kita.

7.     Berolahraga.
Latihan fisik jelas membantu proses mental kita. Orang yang rajin berolahraga dapat mengurangi stress. Orang yang rajin latihan tenis meja setiap minggu akan dapat menjalin silaturahim, lebih focus, mempunyai perencanaan dan daya tahan tubuh menjadi meningkat.

8.      Mainkan sebuah alat music.
Tidak perlu musti membentuk sebuah band. Minimal belajar sebuah alat music. Studi mengenai sel sel otak yang dimiliki para musikus menunjukkan bahwa mereka mem iliki hingga sepuluh ribu dendrit pada setiap sel otaknya, suatu penghargaan untuk kompleksitas yang diperoleh dari belajar membaca, menafsirkan, dan bermain music selama ini.

9.      Belajar sebuah bahasa lain.
Sekali lagi, anda tidak perlu bercita cita untuk menjadi lancer seperti air. Belajar bahasa lain melibatka penggunaan berbagai area otak dan keterampilan sekaligus, termasuk kosa kata, listening, imajinasi, membaca dan banyak hal lainnya.

Akhir kata, mari terus melatih memori kita. (agustine dwiputri)

Jumat, 02 Oktober 2015

Cara Mengetahui Madu Asli atau Campuran



Untuk menentukan madu asli atau tidak, adalah dengan cara menyimpannya ke dalam kulkas bagian freezer. Setelah disimpan beberapa saat maka akan ketahuan apakah madu tersebut asli atau campuran. Apabila madu menjadi kental berarti itu madu asli, apabila madu   menjadi beku berarti madu tersebut telah bercampur dengan air. Madu sendiri sebenarnya sudah memiliki kandungan air, yaitu 22-26 % untuk madu hutan dan 17-22 % untuk madu ternak.

Oleh karena mengandung air lebih tinggi, madu hutan  cenderung lebih encer. Namun, ini juga bergantung pada proses pengurangan kadar air atau pengentalan (dehumidification) yang menentukan kandungan akhir air pada madu. Madu hutan juga dapat mengkristal disebabkan kandungan glukosa, fruktosa dan sukrosanya. Hasil madu dipengaruhi oleh kondisi iklim di sekitar sarang lebah berada,  seperti sungai, hutan bakau dan curah hujan.

Madu hutan dihasilkan ol eh lebah hutan (Apis dorsata) dari sarang yang berada di pohon, gua dan batu. Sementara madu ternak oleh lebah ternak (Apis mellifera) dari sarang kotak yang dibuat oleh peternak. Sumber pakan lebah hutan adalah sari bunga tanaman asli di hutan, sedangkan pakan lebah ternak dapat  saja pada periode tertentu diberi pemanis buatan atau gula. Rasa, aroma dan warna madu  hutan bisa berbeda beda bergantung pada sari bunga yang diisap lebah.

Pada musim panen, dari satu sarang lebah dapat dipanen hingga 10 liter madu . Hasil panen bergantung  pada banyak tidaknya ketersediaan pakan lebah di sekitar sarang. Di sebuah pohon bisa terdapat puluhan sarang. Pernah terjadi di Pulau Alor dari sebuah pohon yang memiliki puluhan sarang lebah berhasil dipanen 1 ton madu. (eki)