Scott
Hagwood (2006) dalam bukunya “Memory
Power” menyatakan bahwa dalam berbagai penelitian telah membuktikan dengan
melakukan kegiatan di bawah ini minimal 4x dalam seminggu manusia dapat
mengurangi resiko kepikunan apabila dibandingkan dengan yang tidak melakukannya
sama sekali:
1.
Membaca
secara kritis dan analitis.
Berhentilah sesering mungkin setelah membaca beberapa kalimat dan
coba ajukan pertanyaan. Apa yang dimaksud penulis mengatakan kalimat tersebut? Apa latar
belakang dia mengatakannya? Bagaimana hubungan yang terjadi di antara mereka? Penelaahan
secara berkala selama membaca akan memperkuat memori dengan menjaga agar
berbagai fakta, peristiwa dan detail karakter tetap segar dalam pikiran.
2.
Gunakan
tangan yang tidak dominan secara lebih
sering.
Ingatlah, otak sebelah kiri anda mengontrol sisi kanan tumbuh
anda, dan begitu juga sebaliknya. jika
anda dominan dengan menggunakan tangan kanan, cobalah sekali kali mandi
dengan tangan kiri, menulis dengan tangan kiri, memindahkan posisi arloji ke
tangan kiri. Tentunya anda harus berpikir ulang bagaimana cara melakukannya.
Kegiatan kegiatan semacam ini membantu untuk memperkuat berbagai koneksi
kognitif.
3.
Tulis dan
simpanlah buku harian.
Setiap malam, tuliskanlah berbagai kegiatan, perasaan, ataupun
penilaian anda mengenai hal hal yang terjadi setiap harinya. Hal ini akan
membantu memperbaiki pemikiran, seperti mengatur pikiran kita dan meletakkannya
dalam suatu pola logis yang masuk akal bagi kita, atau kepada seseorang dengan
siapa kita peduli untuk berbagi mengenai isi buku harian itu.
4.
Mengisi teka
teki silang.
Aktifitas ini tidak harus melibatkan soal soal yang sangat sulit.
Yang anda lakukan adalah menggunakan sisi kiri otak anda untuk secara logis
memproses suatu petunjuk, kemudian sisi kanan otak anda menggabungkan berbagai
petunjuk lain untuk menemukan apa yang oleh ilmuwan disebut dengan
“aha!moment”. dalam gambaran resonansi magnetic, ada secercah pikiran yang
muncul secara tiba tiba di sisi kanan otak, yang terjadi ketika jawaban untuk
teka teki tertentu telah ditemukan.
5.
Memperluas
kata.
Dimilikinya kosa kata yang luas akan meningkatkan proses kreatif
seseorang dan membantunya untuk memecahkan berbagai hambatan social dan bisnis,
yang acapkali dibentuk dengan suatu leksikon (kamus) khusus. Lebih penting
lagi, adanya kosakata yang luasmembantu anda menafsirkan dunia di sekitar anda,
membantu anda menyaring berbagai pikiran dan ide ide yang kompleks ke dalam
kata ka ta ataupun kalimat yang tunggal. Tujuan dari dimilikinya kosa kata yang
luas tidak untuk menimbulkan kesan hebat, tetapi untuk menafsirkannya.
6.
Bermainlah.
Anda dapat bermain catur bersama teman, domino atau permainan strategis
lainnya. Permainan semacam ini meningkatkan kesadaran spasial, logika,
imajinasi dan kreatifitas kita.
7.
Berolahraga.
Latihan fisik jelas membantu proses mental kita. Orang yang rajin
berolahraga dapat mengurangi stress. Orang yang rajin latihan tenis meja setiap
minggu akan dapat menjalin silaturahim, lebih focus, mempunyai perencanaan dan
daya tahan tubuh menjadi meningkat.
8. Mainkan sebuah alat music.
Tidak perlu musti membentuk sebuah band. Minimal belajar sebuah
alat music. Studi mengenai sel sel otak yang dimiliki para musikus menunjukkan
bahwa mereka mem iliki hingga sepuluh ribu dendrit pada setiap sel otaknya,
suatu penghargaan untuk kompleksitas yang diperoleh dari belajar membaca,
menafsirkan, dan bermain music selama ini.
9. Belajar sebuah bahasa lain.
Sekali lagi, anda tidak perlu bercita cita untuk menjadi lancer
seperti air. Belajar bahasa lain melibatka penggunaan berbagai area otak dan
keterampilan sekaligus, termasuk kosa kata, listening, imajinasi, membaca dan
banyak hal lainnya.
Akhir kata,
mari terus melatih memori kita. (agustine dwiputri)