Untuk menentukan madu asli atau tidak, adalah
dengan cara menyimpannya ke dalam kulkas bagian freezer. Setelah disimpan
beberapa saat maka akan ketahuan apakah madu tersebut asli atau campuran. Apabila
madu menjadi kental berarti itu madu asli, apabila madu menjadi beku berarti madu tersebut telah
bercampur dengan air. Madu sendiri sebenarnya sudah memiliki kandungan
air, yaitu 22-26 % untuk madu hutan dan 17-22 % untuk madu ternak.
Oleh karena mengandung air lebih tinggi, madu
hutan cenderung lebih encer. Namun, ini
juga bergantung pada proses pengurangan kadar air atau pengentalan (dehumidification) yang menentukan
kandungan akhir air pada madu. Madu hutan juga dapat mengkristal disebabkan
kandungan glukosa, fruktosa dan sukrosanya. Hasil madu dipengaruhi oleh kondisi
iklim di sekitar sarang lebah berada,
seperti sungai, hutan bakau dan curah hujan.
Madu hutan dihasilkan ol eh lebah hutan (Apis dorsata) dari sarang yang berada
di pohon, gua dan batu. Sementara madu ternak oleh lebah ternak (Apis mellifera) dari sarang kotak yang
dibuat oleh peternak. Sumber pakan lebah hutan adalah sari bunga tanaman asli
di hutan, sedangkan pakan lebah ternak dapat
saja pada periode tertentu diberi pemanis buatan atau gula. Rasa, aroma
dan warna madu hutan bisa berbeda beda
bergantung pada sari bunga yang diisap lebah.
Pada musim panen, dari satu sarang lebah
dapat dipanen hingga 10 liter madu . Hasil panen bergantung pada banyak tidaknya ketersediaan pakan lebah
di sekitar sarang. Di sebuah pohon bisa terdapat puluhan sarang. Pernah terjadi
di Pulau Alor dari sebuah pohon yang memiliki puluhan sarang lebah berhasil
dipanen 1 ton madu. (eki)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar